Kerajinan Perak Kotagede: Jejak Panjang Para Empu di Jogja
Menyusuri gang-gang Kotagede, kita menemukan warisan empu perak Yogyakarta yang bertahan sejak Mataram Islam. Simak kisah hidup para pengrajin dan keunikan karya mereka.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Pusat kerajinan perak tertua di Indonesia, dimulai abad ke-16 era Panembahan Senopati
- Sekitar 120 bengkel kerajinan masih aktif di Kotagede (Data Dinas Perindustrian DIY 2023)
- Harga cincin sederhana mulai Rp150.000, gelas ukir bisa capai Rp8 juta
- Teknik 'granulasi' (tempel butiran perak) jadi ciri khas yang langka
- Sentra utama di Jl. Kemasan dan Gang Tengen, buka jam 9 pagi-5 sore
Denting Palu di Gang Tengen
Suara 'tok-tok-tok' palu menempa logam menyambut saya di Gang Tengen, Kotagede. Di bengkel milik Mbah Sastro, 72 tahun, puluhan lempeng perak sedang dibentuk jadi bros. "Niki tilaran leluhur, mbak. Wong Jowo wis pinter ngolah perak wiwit jaman kraton," ujarnya sambil menunjuk gambar pola tradisional. Bengkel sederhana ini memproduksi 20-30 perhiasan per bulan, dijual mulai Rp200.000 per item ke toko-toko sepanjang Jl. Kemasan.
Granulasi: Seni Tempur Butiran Emas
Di Studio Brotodiningrat, saya menyaksikan teknik granulasi yang membuat Kotagede spesial. Butiran perak kecil ditata membentuk bunga, lalu dipanaskan hingga melekat sempurna. "Satu kalung butuh 3 minggu pengerjaan," jelas Mas Agung, generasi keempat pengrajin. Karya mereka pernah dipamerkan di Singapura dengan harga mencapai Rp15 juta per piece. Sayangnya, hanya 5 bengkel di Kotagede yang masih mempertahankan teknik rumit ini.
Bertahan di Tengah Gempuran Pabrik
Kios-kios modern kini menjual perak cetak mesin dengan harga separuh produk handmade. "Kami bisa saingin kualitas, tapi ya harus kreatif," ujar Bu Wanti pemilik Galeri Sri Wedari yang mengkombinasikan perak dengan kayu jati. Workshop Rp75.000/orang mereka tawarkan untuk pengalaman membuat cincin sendiri. Di ujung jalan, toko Legiun Perak justru fokus pada pesanan khusus seperti replika keris mini seharga Rp3,5 juta per buah.
Video Terkait
Orang Juga Bertanya
Dimana lokasi terbaik beli perak Kotagede asli?
Jl. Kemasan pusatnya, cari bengkel dengan pengerjaan langsung terlihat seperti Tom's Silver atau Brotodiningrat Art.
Apa ciri perak Kotagede original?
Ada cap '925' (kadar 92.5% perak), permukaan tidak terlalu mengkilap sempurna, dan detail tangan terasa lebih organik.
Bisa melihat proses pembuatan langsung?
Ya, beberapa bengkel seperti Mirota Silver atau Galeri Kotagede membuka area workshop untuk pengunjung gratis.
Berapa kisaran harga souvenir perak termurah?
Gantungan kunci kecil mulai Rp85.000 di kios-kios sepanjang Jl. Mondorakan, tapi pastikan ada cap kadar perak.